Amalan Saat Keluarga Kita Kritis

 
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: "مَنْ قَرَأَ سُورَةَ يس لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ"
 
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca surah Yasin pada malam Jumat, maka pada pagi harinya telah diampuni (dosa-dosanya)." 
 
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: "مَنْ دَخَلَ الْمَقْبَرَةَ فَقَرَأَ سُورَةَ يس خُفِّفَ الْعَذَابُ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيهَا حَسَنَاتٌ"
 
Dan dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa memasuki pemakaman lalu membaca surah Yasin, maka Allah meringankan siksa bagi mereka (penghuni kubur) pada hari itu, dan bagi pembacanya mendapat pahala sebanyak jumlah orang yang ada di kuburan itu." 
 
وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ قَرَأَ عِنْدَهُ إِذَا نَزَلَ بِهِ مَلَكُ الْمَوْتِ سُورَةَ يس نَزَلَ بِكُلِّ حَرْفٍ مِنْهَا عَشَرَةُ أَمْلَاكٍ يَقُومُونَ بَيْنَ يَدَيْهِ صُفُوفًا يُصَلُّونَ عَلَيْهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لَهُ وَيَشْهَدُونَ غُسْلَهُ وَيَتْبَعُونَ جَنَازَتَهُ وَيُصَلُّونَ عَلَيْهِ وَيَشْهَدُونَ دَفْنَهُ
 
Setiap Muslim yang dibacakan Surah Yasin saat sakaratul maut, maka akan didatangi sepuluh malaikat untuk setiap hurufnya. Malaikat² tersebut akan mendoakan, memohonkan ampun, serta menemani prosesi jenazahnya mulai dari dimandikan hingga dikuburkan.
 
وَيُسْتَحَبُّ - إِذَا احْتُضِرَ الْمَيِّتُ - أَنْ يُقْرَأَ عِنْدَهُ أَيْضًا سُورَةُ الرَّعْدِ، فَإِنَّ ذَلِكَ يُخَفِّفُ عَنِ الْمَيِّتِ سَكْرَةَ الْمَوْتِ، وَإِنَّهُ أَهْوَنُ لِقَبْضِهِ
 
Dan disunnahkan—ketika seseorang sedang menghadapi sakaratul maut—untuk dibacakan di sisinya surat Ar-Ra’d. Karena sesungguhnya hal itu dapat meringankan sakaratul maut bagi si mayit, menjadikannya lebih mudah mencabut nyawanya.
 
Catatan:
1. Surat Yasin: Dibacakan dengan suara keras.
2. Surat Ar-Ra’du: Dibacakan dengan suara lirih (pelan) dan sebaiknya yang membaca bukan anggota keluarga.
3. Surat Ar-Ra'du: Hanya di bacakan bagi yang betul-betul sudah kritis. Sangat mujarab dan sudah terbukti berkali-kali kami praktikkan.
 
Sumber: Kitab Sirajut Thalibi juz 2 hal 266. Hasyiyah Ianah aT-Thalibiin juz 2 hal 107.
 
(Gus Dewa Menjawab)
 
Sumber foto: ERA.ID